Analisis Informasi, Langkah Awal Membuat Hasil Riset Menjadi Seksi

Sebagai upaya meningkatkan jumlah dan kualitas penulisan publikasi karya ilmiah oleh dosen, maka STMIK/STIE MDP menyelenggarakan pelatihan penulisan jurnal ilmiah tingkat perguruan tinggi (PT), dengan tema Manajemen Hasil Riset untuk Mendukung Kebijakan Organisasi yang dihadiri 100 peserta terdiri dosen dan peneliti dari PT se-Sumatera Selatan (Sumsel). Dilaksanakan selama satu hari, Rabu (15/6). Menghadirkan pemateri dari pusat dokumentasi dan informasi ilmiah (PDII-LIPI) Drs Rosa Widyawan MA.


Menurut Ketua STMIK/STIE MDP, Ir Rusbandi M.Eng, publikasi jurnal ilmiah sangat penting. Artinya dalam peningkatan peringkat suatu perguruan tinggi, baik dosen muda ataupun setingkat guru besar sangat wajib. Berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah dan dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional wajib bagi dosen muda dan guru besar, ujar Rusbandi, kemarin (15/6).


Katanya, dalam kehidupan profesi, karya tulis ilmiah tidak bisa dihindari. Karya tulis ilmiah menekankan kejelasan karena merupakan pemaparan gagasan dan informasi yang mudah dimengerti.


Dalam penulisan ilmiah baik penulis maupun pembaca harus mematuhi metoda ilmiah, dengan prinsip utama disiplin keilmuan, terangnya.




Sementara, pemateri Drs Rosa Widyawan MA dalam materinya dengan tema "Analisis Informasi, Langkah Awal Membuat Hasil Riset Menjadi Seksi". Menurutnya, penelitian belum bisa dikatakan selesai jika hasilnya belum dipublikasikan kepada khalayak. "Rugi kalau kita terlalu banyak mengeluarkan biaya penelitian sementara orang lain tidak tahu hasil kerja keras kita, "katanya menyakinkan peserta pelatihan.


Lanjut dia, setiap orang harus banyak-banyak membaca jurnal-jurnal yang sudah dipublikasikan. Selain untuk mencari bahan tulisan, jurnal-jurnal tersebut bisa menjadi referensi kualitas tulisan. Bahkan ia juga menekankan pentingnya pemilihan metode penelitian yang digunakan, "Metode dipilih sangat penting supaya orang lain juga bisa ikut membuktikan penelitian yang kita buat adalah benar, ujarnya.


Dengan banyaknya sumber-sumber informasi alternatif, yang tersedia salah satunya di internet. Berkembang spekulasi bahwa kita akan meninggalkan perpustakaan karena banyaknya informasi yang diperlukan dengan mudah kita dapatkan dari internet.


Spekulasi ini bisa benar, jika kita mempunyai kompetensi dalam mengakses, mengevaluasi, memahami aspek ekonomi dan legalitas informasi. Padahal informasi yang tersedia disajikan dalam berbagai format, kode dan channel. Mau tidak mau kita masih perlu perpustakaan dan berkonsultasi dengan pustakawan untuk mendapatkan informasi yang paling tepat, tegasnya.



Sumber : Xpresi

Leave a comment

5 × 3 =

Butuh bantuan? Chat via