Mengenal Master Eye, Aplikasi Deteksi Barang Bagi Tuna Netra

Palembang, IDN Times – Kecanggihan teknologi didorong pemrograman aplikasi dapat membantu kebutuhan tuna netra. Hal itu dilakukan Yohanes, dosen Kampus Multi Data Palembang (MDP).

Dirinya membuat aplikasi bernama Master Eye yang bisa dipakai untuk mengenali sejumlah benda lewat tangkapan kamera smartphone.

“Sebenarnya saya iseng buat aplikasi ini, karena suka lupa dengan nama barang. Saya pikir kalau dikembangkan dan masuk PlayStore bisa sangat bermanfaat apalagi untuk penyandang tuna netra,” ujarnya, Rabu (3/2/2021)..

1. Data sudah terprogram melalui coding

Memanfaatkan kamera telepon pintar tidak hanya untuk memotret foto, Yohanes membuat kamera handphone menjadi lebih bermanfaat untuk mendeteksi barang di sekitar. Cara kerja aplikasi hanya dengan mengarahkan kamera ke benda terdekat.

Secara otomatis, aplikasi Master Eye langsung memberitahu nama dan jenis barang lewat suara. Barang yang tertangkap kamera sudah terdata atau terprogram melalui sistem coding software.

“Istilahnya didata semua apa yang akan dikenali dimasukkan ke program, diolah agar bisa terbaca. Gunakan logika dari pseudocode (diagram alur) ke dalam suatu bahasa pemrograman baik huruf, angka, dan simbol, yang membentuk sebuah program,” kata dia.

2. Ide Master Eye muncul sejak 2019

Yohannes membuat Master Eye selama sepekan, meski idenya tersebut sudah datang sejak 2019 lalu. Walau masih dalam proses pembaharuan, namun Master Eye sudah mampu membaca dan menyimpan 10 ribu kategori nama barang bergerak ataupun benda mati.

Konsep penggunaan aplikasi Master Eye sengaja dipermudah, sehingga semua kalangan bisa memanfaatkan. 

“Misal diarahkan ke kursi maka aplikasi akan otomatis mengatakan (spelling) dengan pengucapan bahasa Inggris ‘Chair‘,” jelasnya.

3. Master Eye telah diunduh lebih dari 100 akun di PlayStore

Yohanes mengakui, dirinya selalu berinovasi untuk mengembangkan Master Eye lebih maksimal. Pengenalan barang-barang dan beragam benda menggunakan pengucapan Bahasa Inggris, karen intonasi dan lafal pengucapan lewat suara aplikasi masih kurang bagus.

“Master Eye sudah diunduh di Playstore, yang sulit itu ketika device handphone ini terbatas jadi kami juga butuh komputer,” timpal dia.

Yohanes membuat Master Eye dengan teknis pemindahan data. Dirinya mengumpulkan data learning di komputer. Setelah selesai, pendataan berlanjut ke mode pengujian lalu data ditanamkan ke device kamera pintar.

“Sekarang aplikasi Master Eye di Playstore sudah diunduh lebih dari 100 orang dan mendapatkan review baik,” tandasnya.


SUMBER IDN TIMES SUMSEL (https://sumsel.idntimes.com/tech/gadget/feny-agustin/mengenal-master-eye-aplikasi-deteksi-barang-bagi-tuna-netra/3)

Leave a comment

Butuh bantuan? Chat via