TIM MDP RING SIAP UNJUK KEMAMPUAN PADA KOMPETISI MUATAN ROKET INDONESIA (KOMURINDO) 2011 DI PANDANSIMO BANTUL – YOGYAKARTA

 Kompetisi Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) 2011 merupakan kompetisi muatan roket untuk yang kedua kalinya diselenggarakan di bawah koordinasi dari Dirjend DIKTI. Kompetisi muatan roket sendiri sebelumnya sudah dimulai sejak tahun 2008 yang dilaksanakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerjasama dengan PEMDA Bantul, yang diikuti hanya beberapa perguruan tinggi tertentu saja, dan baru pada tahun 2010 DIKTI memasukkan kompetisi ini dalam program dibawah koordinasi DIKTI. KOMURINDO 2011 dilakukan dengan melalui 2 tahap seleksi untuk bisa memastikan lolos ke putaran final. Tim “MDP Ring” dari STMIK GI MDP dinyatakan lolos tahap pertama (proposal) serta tahap kedua (uji laboratorium alat) dan berhak ikut serta dalam KOMURINDO 2011 yang akan berlangsung di Pantai Pandansimo Bantul tanggal 24 s/d 27 Juni 2011.

Tema dari KOMURINDO 2011 yaitu “Attitude Monitoring and Surveilance Payload” yang dimaksudkan agar muatan roket yang dibuat oleh masing-masing tim harus bisa mengirimkan data dari udara ke darat berupa data gambar dengan format grayscale 200 x 200 pixel yang dikirim menggunakan transmitter khusus dengan kecepatan 9600 Bps. Selain itu payload juga harus mampu mengirimkan data-data melalui sensor akselerasi untuk memantau tingkah laku roket yang diluncurkan.

Pada saat kompetisi berlangsung (24-27 Juni 2011) akan ada 3 tahap penilaian yaitu :
1.    Uji Fungsionalitas
2.    Peluncuran
3.    Presentasi

Pada tahap pertama, disini dilakukan pengujian terhadap payload yang akan diterbang meliputi uji G-Force, Uji Vibrasi dan Uji Monitoring. Untuk uji G-Force dan Vibrasi disarankan kepada semua Tim untuk dapat menggunakan sensor akselerometer yang mampu bertahan pada guncangan sampai 10G. Pada tahap pertama ini akan menentukan apakah payload yang dibuat layak untuk diluncurkan dengan roket atau tidak, jika payload tidak dapat berfungsi dengan baik maka payload tidak dapat diikutkan pada tahapan selanjutnya dan dinyatakan gagal.

Pada tahap kedua yaitu peluncuran, dimana payload telah diintegrasi dengan roket dan telah dilengkapi dengan parasut (parasut bisa menggunakan punya panitia atau bisa bikin sendiri). Pada saat peluncuran dilakukan dan roket dinyalakan maka payload diberi waktu 12 detik untuk mengirimkan data-data ke ground segment (station di darat) terhadap tingkah laku dari roket. Setelah terjadi separasi (pemisahan roket dan payload) dengan ketinggian lebih kurang 800 meter dari darat, maka payload diberikan kesempatan mengambil gambar di udara dan mengirimkannya ke ground segment dalam waktu 60 detik (secara teori harusnya bisa terkirimkan jumlah gambar sebanyak 1,5 gambar artinya dalam 60 detik tersebut maksimal bisa terkirim hanya 1 gambar).

Pada tahap ketiga, dilakukan presentasi terhadap rancangan payload, strategi dan data-data yang telah diperoleh selama peluncuran payload oleh roket.



Tim MDP Ring STMIK GI MDP mendapatkan nomor urut 106 yang artinya Tim MDP Ring mendapatkan radio transmitter pada channel 1 dan nomor urut peluncuran pada tahap ke-6. Selama kegiatan kompetisi KOMURINDO 2011 berlangsung (24-27 Juni 2011) setiap tim peserta (mahasiswa) termasuk Tim MDP Ring akan ditempatkan di rumah-rumah penduduk di sekitar pantai Pandansimo Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Tim MDP Ring yang terdiri dari : Surya Dharma, Grendy Christopher dan Shandy stevanus telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi ini selama 1,5 bulan yang meliputi perancangan payload, programming dan uji laboratorium. Walaupun ini untuk pertama kalinya kita ikut pada kompetisi ini, namun mereka berharap bisa memberikan hasil yang terbaik diajang KOMURINDO 2011 ini, karena selain membawa nama STMIK GI MDP, Tim MDP Ring merupakan satu-satunya Tim yang ikut pada kompetisi ini yang berasal dari Palembang diantara 40 Tim yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. 



Video Komurindo 2011 @ Metrotvnews

Leave a comment

nineteen + twelve =

Butuh bantuan? Chat via